Search and Hit Enter

Yudhi Herwibowo

Yudhi Herwibowo lahir di Palembang, Sumatera Selatan. Namun kemudian mengikuti orang tua berpindah-pindah, dari Tegal, Kupang, Purwokerto, dan kemudian berkuliah di Teknik Arsitektur, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Ketika ada di kelas 2 SMP, cerpen pertamanya dimuat di Majalah Kawanku. Setelah itu cerpen-cerpennya banyak muncul di Hai, Gadis, HorisonKoran Tempo, Media Indonesia, Jawa Pos, Jakarta Post, Esquire, Suara Merdeka, Jurnas, Sindo, Tribun Jabar, Suara NTB, dll.
 
Buku pertamanya terbit selepas kuliah, merupakan kumpulan cerpen remaja berjudul Lagu Senja (Balai Pustaka). Novel dewasanyaMenuju Rumah Cinta-Mu yang diterbitkan Bentang, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dan sempat pula difilmkan sebagai FTV dengan bintang Fauzi Baadillah.
 
Setelah itu, novel-novel lainnya terbit, di antaranya: Lama Fa (Sheila) Perjalanan Menuju Cahaya (Sheilla), Enigma(Grasindo), Miracle Journey (Elex Media Komputindo), Cameo Revenge (duet bareng Ary Yulistiana, Grasindo), Mata Air Air Mata Kumari (sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Spring of Kumari’s Tears, bukuKatta), dll. Sedang novel-novel fiksi sejarahnya: Pandaya Sriwijaya (Bentang), Untung Surapati (Tiga Serangkai), Halaman Terakhir, sebuah novel tentang Jend. Polisi Hoegeng (Nourabooks), dan Sang Penggesek Biola, Roman tentang Wage Rudolf Supratman (Imania).
 
Satu naskah dramanya terpilih menjadi salah satu naskah drama pilihan Balai Bahasa Jawa Tengah, dan diterbitkan bersama 31 penulis naskah drama pilihan lainnya. Kumpulan naskah dramanya sendiri yang kemudian diterbitkan adalah Laki-laki Bersayap Patah (bukuKatta)
 
Pernah diundang di Ubud Writer and Reader Festival (2010), Borobudur Writer an Cultural Festival (2012) sebagai pembicara, serta Wordstorm Literary Festival di Darwin, Australia.
 
Aktif di Komunitas Buletin Sastra Pawon yang aktif mengagendakan acara-acara literasi di Solo. Selain itu juga mengurus percetakan dan penerbitan miliknya, bukuKatta