Search and Hit Enter

Risma Dewi Purwita

Risma Dewi Purwita, perempuan Sunda yang lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 09 September 1990. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini menamatkan SD sampai SMA di Purwakarta.

Sejak SMP ia sudah mulai tertarik dengan dunia menulis, biasanya ia menulis puisi. Menginjak SMA ia mulai menulis cerpen di mading sekolah dan dibagikan ke teman-teman sekolahnya.

Beberapa karya puisi-puisinya pernah dimuat di Koran Harian Minggu Pagi Yogyakarta, buletin kampus, Majalah Pendidikan Cakrawala Kupang, Flores Pos dan masuk dalam antologi puisi Gerimis dan Matahari tahun 2011 di Bandung, antologi puisi Rumah Pohon tahun  2016 di Yogyakarta, kolaborasi dengan salah satu penyair Manggarai, Edo Sateng dalam buku puisi berjudul Melodi Pembebasan Kata tahun 2016, serta masuk dalam antologi puisi antar bangsa Indonesia-Malaysia dengan judul Jogja Dalam Napasku tahun 2016. Beberapa cerpennya juga pernah terbit beberapa kali di Majalah Pendidikan Cakrawala NTT, Banjarmasin Post, Majalah Bulanan Kabar NTT, dan Koran Harian Minggu Pagi.

Selain karyanya dimuat di media masa, ia juga pernah menjuarai lomba menulis cerpen se-Cimahi Kota dan Bandung Raya tahun 2013. Seiring waktu berjalan ia dipercaya untuk menulis profil pendeta dalam emeritasi Pendeta Eddi Krisbudianto, M. Th di Yogyakarta tahun 2014 serta menulis profil untuk buletin Wasti (Empowering Women’s Talents) pada tahun 2014 di Yogyakarta. Hidup mandiri diperantauan memaksa perempuan berzodiak virgo ini mencukupi biaya hidupnya. Selain untuk biaya hidup, fee yang ia dapatkan dari menulis artikel di tiket.com juga digunakan untuk menambal biaya kuliah. Mulai tahun 2015 ia masih menulis artikel di tiket.com, hingga sekarang.

Pada tahun 2016, ia kembai meraih juara I lomba cipta dan baca puisi di STKIP Santu Paulus Ruteng-Manggarai. Ia juga kerap kali menjadi deklamator puisi di acara-acara besar: Memperingati HUT RI, Kebinekaan, Hardiknas, Hari Pahlawan, dan event lainnya. Pada tahun 2017-2018 ia dipercaya menjadi staff editor di Latar Sastra, yaitu Majalah Online Sastra dan Budaya. Perempuan Sunda yang biasa dipanggil Risma ini juga menulis novel berjudul Rafaelo tahun 2017.

Pada tahun 2018 ia menjadi volunteer di Sumba, ia bergabung dengan komunitas Sumba­ Volunteer dan Yayasan Kidung Pelita Nusantara. Sekarang ia tinggal di Sumba Barat Daya-NTT.