Search and Hit Enter

MENDEDAH YANG TERDALAM DARI SASTRA BERNAFASKAN TASAWUF (2)

Sebab yang terdalam dari sastra bernafaskan tasawuf adalah yang spiritual-transendental, maka sasaran akhir dedah atau kajian sastra mestinya pada makna transendental dan spiritual, bukan pada selain itu. Kajian-kajian sastra baik sastra klasik maupun sastra modern tidak boleh berhenti pada bentuk semata, tetapi harus lebih menukik membedah makna transendental dan spiritual.

Kajian tentang bentuk sastra bagaimanapun harus dipulangkan atau dimuarakan pada makna sastra, syukur makna transendental dan spiritual. Pola persajakan, metrum, alur, latar, dan lain-lain boleh dan perlu diteliti, tetapi tidak cukup sampai di sini dan hanya ini. Ihwal ketidakadilan, kematian, keluhuran, dan lain-lain justru lebih penting untuk diteliti demi mendapatkan makna terdalam yang transendental dan spiritual.

Kajian tentang makna  transendental dan spiritual atau struktur makna dan taksonomi serta tingkatan makna – dewasa ini perlu terus ditingkatkan dan diperkuat. Alasannya, dewasa ini terasa ada kesenjangan dan kontradiksi atau paradoks kajian sastra. Makna sastra yang merupakan hakikat, kodrat, dan fitrah sastra belum memperoleh curahan kajian secara memadai, sementara bentuk sastra yang hanya merupakan pembadanan atau penjazadan makna sastra justru mendapat perhatian begitu besar.

Kajian sastra dewasa ini teramat terpukau oleh bentuk-bentuk sastra yang memang dianggap entitas atau substansi sastra. Bentuk sastra terasa dipuja-puja, sementara makna sastra kerap diabaikan demikian rupa karena dianggap bukan wilayah dedah sastra dan bukan entitas sastra. Mungkin ini disebabkan oleh kecenderungan kebudayaan dan peradaban kita sekarang: teramat memuja dan terjebak bentuk, sementara makna diabaikan dan disingkirkan. Dapat juga disebabkan oleh kecenderungan dedah sastra yang cenderung mengalami spesialisasi dan fragmentasi selain positivisasi berlebihan. Padahal sejatinya bentuk sastra merupakan jalan awal menemukan makna sastra, apalagi sastra bernafaskan tasawuf yang lebih mengedepankan yang spiritual-transendental.

#ndlemingsore

No Comments

Leave a Reply