Search and Hit Enter

Minat Baca Turun, Taman Bacaan Garuda Cimahi Bakal Menutup Cerita dan Koleksi 20.000 Buku Dilepas Rp 75 Juta

Oleh: Ririn Nur Febriani– 25 Februari 2020, 11:43 WIB di pikiran-rakyat.com

PIKIRAN RAKYAT – Minimnya tingkat baca masyarakat berimbas pada lesunya kunjungan ke taman bacaan.

Hal itu turut dialami Taman Bacaan Garuda, hingga Suparman Siswodiharjo (70) memutuskan untuk menyudahi kesehariannya dengan buku.

“Bapak mau berhenti, udah enggak kuat mohon maklum. Minat baca sudah habis,” ujarnya lirih kepada Pikiran-Rakyat.com.

Suparman yang akrab disapa ‘Bapak Garuda’ atau ‘Pak TB’. memulai usaha taman bacaan sejak 1982 di kawasan Bandung.

Sekitar 1990 dia berpindah ke Cimahi dan menetap hingga kini di Taman Bacaan Garuda Jalan Jend. Amir Mahmud-Tagog Gg. M. Arjo Kota Cimahi.

Tempat penyewaan buku itu sudah melegenda dengan ribuan pelanggan, menjadi tempat favorit pelajar meminjam buku di Kota Cimahi.

TAMAN Bacaan Garuda Cimahi.*

TAMAN Bacaan Garuda Cimahi.*

Sekitar tahun 1990-2010, persewaan komik dan novel atau taman bacaan menjadi bisnis yang menjanjikan hingga menjamur di berbagai wilayah termasuk Cimahi.

Koleksi unggulannya komik dan novel, merujuk kegemaran pembaca mulai dari remaja hingga buku lawas yang digemari orang dewasa di era keemasannya di tahun 1990-2000an.

Memasuki era digital dan serba internet, penurunan omzet berlangsung secara drastis.

Dia tak menyalahkan dampak globalisasi atas meredupnya minat baca, keberadaan teknologi terutama telepon genggam mengalihkan dunia masyarakat.

“Ini bukan persoalan saya saja, semua yang berkecimpung di dunia buku juga mengalami termasuk toko buku besar.

Orang pegang HP juga belum tentu baca buku dari HP, seringnya main games atau media sosial.

TAMAN Bacaan Garuda Cimahi.*

TAMAN Bacaan Garuda Cimahi.*


Mungkin konsep bapak terlalu jadul jadi enggak ada yang minat. Ya memang sulit mengikuti perkembangan jaman,” katanya.

Mereka yang masih datang kebanyakan remaja pada tahun 90-an, kebanyakan pelajar di sekolah sekitarnya.

“Sekarang datang kesini sudah pada nikah, sambil bawa anak, kalau anak-anak atau pelajar sekitar sini enggak ada yang minat baca buku,” ucapnya.

Suparman menawarkan keseluruhan koleksinya yang mencapai 20.000 lebih buku seharga Rp 75 juta.

“Semua dilepas dengan harga Rp 75 juta, kalau dirata-rata harganya Rp 4000 perbuku komik maupun novel,” katanya.

Suparman berharap, ada orang dengan kelebihan harta yang bisa membeli semua koleksinya.

“Kalau ada orang yang berhasil, apalagi warga Cimahi misalkan Sule agar mereka beli buku ini. Kalau bisa dibeli, inginnya digratiskan untuk pembaca.

Sediakan tempat sehingga masyarakat umum bisa baca, kan tidak perlu uang kecil dari penyewaan buku ini. Bisa bentuknya kafe, atau bahkan tempat wisata.

Atau kalau Pemkot Cimahi mau berminat, saya juga senang karena sudah ada fasilitas Perpustakaan yang menampung,” ungkapnya.
Suparman mengaku berat melepas koleksinya.

TAMAN Bacaan Garuda Kota Cimahi.*

TAMAN Bacaan Garuda Kota Cimahi.*

“Berat, terus terang Bapak nangis. Istilahna, ieu teh nu ngahirupan bapak (ini yang menghidupi bapak, red).

Buku ini dunia bapak, tapi sudah capek. Untuk merawat semua ini tidak mudah, apalagi mempertahankannya. Tidak ada yang mau baca buku sekarang ini,” imbuhnya.

Jika semua buku sudah bisa dilepas, Suparman akan menggunakannya untuk modal usaha berjualan sembako.

“Sekarang sudah mulai merintis kecil-kecilan, bapak harus realistis karena membutuhkan biaya.

Untungnya tempat ini milik sendiri, kalau bukan rasanya sejak lama usaha taman bacaan sudah enggak ada.

Kalau dibilang ini taman bacaan terakhir di Kota Cimahi, maka setelah Garuda tutup sudah tidak ada yang tersisa,” tuturnya.***

No Comments

Leave a Reply