Search and Hit Enter

UI Dirikan Sekolah Budaya Jawa di Senden Boyolali

Oleh: Bhakti Hariani / CAH, Kamis, 2 Agustus 2018 | 09:01 WIB di beritasatu.com

Boyolali – Sejumlah Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Program Studi Jawa menginisiasi kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan mendirikan Sekolah Budaya Jawa yang berlokasi di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Peresmian Sekolah Budaya Jawa dilaksanakan pada Kamis (2/8) hari ini.

Sekolah Budaya Jawa ini diinisiasi oleh empat dosen FIB UI yang didirikan oleh Widhyasmaramurti. Sekolah ini menyatu dengan alam yang disuguhkan dalam bentuk paket wisata dengan minat khusus untuk mempelajari budaya dan bahasa Jawa. Peserta terbuka bagi nonpenutur bahasa Jawa yang ingin mempelajari budaya Jawa.

Menurut Widhyasmaramurti yang juga dosen di jurusan Sastra Jawa FIB UI ini terdapat empat puluh siswa yang akan dididik di Sekolah Budaya Jawa ini. Mereka merupakan wisatawan dari dalam dan luar negeri seperti dari negara Tajikistan, Vietnam, Malaysia, Filipina, Bangladesh dan Afganistan.

“Mereka akan belajar bahasa Jawa, budaya Jawa dan kesenian tradisional seperti gamelan, jathilan, kethoprak. Selain itu juga belajar ritual panen hingga kebiasaan bertani dan beternak. Selain itu mereka akan tinggal bersama warga setempat dan turut menikmati kehidupan pedesaan yang dibalut dengan keindahaan panorama pegunungan,” tutur wanita yang akrab disapa Mara ini kepada SP.

Dipaparkan Mara, Desa Senden adalah salah satu desa yang berada di bawah kaki Gunung Merbabu yang menyuguhkan paket lengkap wisata yaitu memiliki kawasan wisata alam, kawasan wisata religi, kawasan wisata budaya, dan kawasan wisata rekreasi. Potensi tersebut, kata Mara, layak dijual sebagai obyek pariwisata pedesaan.

Selain menyasar turis lokal, Mara mengatakan, Desa Wisata Senden melalui Sekolah Budaya Jawa-nya dapat menarik minat turis mancanegara melalui pengalaman pedesaan dan budaya serta keramahtamahan warga setempat yang tidak dapat diperoleh di destinasi wisata manapun.

Mara berharap melalui dibentuknya Sekolah Budaya Jawa mampu mendukung perekonomian warga desa setempat serta memperkenalkan khasanah budaya yang dimiliki Indonesia.

Kepala Kantor Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Universitas Indonesia Rifelly Dewi Astuti mengatakan, Program Pengabdian Masyarakat ini dilakukan selama enam bulan, terhitung sejak bulan April sampai dengan September 2018 mendatang. Dalam menjalankan program ini didukung dana dari hibah pengabdian masyarakat Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI (DRPM UI).

Selama enam bulan tersebut, kegiatan terbagi menjadi tiga tahap, tahap pertama (pra-kegiatan) dilakukan pada bulan April, yaitu dengan melakukan perekrutan fasilitator desa untuk menjadi pengajar di Sekolah Budaya Jawa, tahap kedua (kegiatan utama) dilakukan pada bulan Mei, Juli, dan Agustus yaitu berupa Lokakarya pembuatan paket & buku ajar, pendampingan penggunaan buku ajar untuk fasilitator desa, dan pendampingan penerapan buku ajar, lalu tahap ketiga (pasca kegiatan) dilakukan pada bulan Agustus yaitu berupa evaluasi uji coba Sekolah Budaya Jawa.

“Warga Desa sepenuhnya dilibatkan di dalam pembentukan Sekolah Budaya Jawa. Dengan bimbingan oleh para dosen prodi Sastra Jawa FIB UI diharapkan kelak mereka mampu mandiri memberikan pelajaran Bahasa dan budaya kepada para turis,” tutur Rifelly.

Sumber: Suara Pembaruan

No Comments

Leave a Reply