Search and Hit Enter

Intan Savitri: Raih Gelar Doktor Psikologi UI Lewat “Terapi Menulis Naratif”

Posted at December 12th, 2019 | aksesnews.com

Setiawati Intan Savitri, berhasil meraih gelar Doktor Psikologi dari Universitas Indonesia (UI) lewat  disertasi berjudul “Pengaruh Jarak Psikologis Dalam Menulis Naratif Terhadap Refleksi Diri Adaptif”.  Sidang terbuka promosi Doktor berlangsung di Gedung H Lantai 4, kampus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (11/12/19). Acara berlangsung lancar dihadiri rekan sejawat dan kolega.

“Refleksi diri adalah kemampuan yang diberikan Tuhan untuk manusia yang tidak dimiliki makhluk lain, hal ini bisa dikembangkan untuk membaca diri masa lalu dan masa depan,” ujar Intan membuka paparannya.

Diterangkan lebih lanjut, menulis sebagai salah satu metode untuk melakukan refleksi diri sebenarnya sudah dilakukan banyak ahli, diantaranya James Pennebaker yang menyebutnya sebagai menulis ekspresif yaitu menulis dengan cara mengekspresikan pemikiran dan perasaan terdalam tentang peristiwa negatif yang pernah dialaminya. Umumnya praktik ini menggunakan kata ganti persona pertama (aku, saya).

Sementara, dari sisi kognitif, menulis dianggap membantu seseorang untuk menstrukturkan pikiran, mengatur diri dan emosinya dengan cara mengenali kembali emosi yang muncul, merefleksikan kembali persoalan dengan menemukan sebab-akibat dari pengalaman yang dihadapi (insight), mendorong untuk menemukan makna di balik peristiwa yang dialaminya.

Hanya saja, yang sering terjadi adalah seseorang menjadi larut dalam peristiwa yang dialaminya. Maka, kemudian muncul refleksi diri adaptif dengan menulis menggunakan konsep menjaraki-diri.  Dengan mengaktivasi perspektif  pengamat yang menunjukkan proses menjaraki-diri. Contoh: saya melihat diri saya yang tumbuh menjadi pemberani setelah peristiwa itu terjadi.

“Kemampuan kata ganti pertama dengan fungsi reflektif yang mengaktivasi perspektif pengamat ini belum dieksplorasi lebih jauh. Hal ini merupakan kesenjangan teoritis yang akan dijelaskan dalam disertasi ini,” kata dosen sekaligus Ketua Program Studi Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta  ini.

Hasilnya, penelitian ini menguatkan temuan sebelumnya yaitu menggunakan perspektif pengamat atau menggunakan kata ganti persona nama diri (non pertama) dengan cara menulis memberikan efek menjaraki-diri yang adaptif.

Namun, disertasi ini menambahkan hal yang spesifik terkait penggunaan kata ganti persona pertama yang pada studi sebelumnya dianggap maladaptif dalam konteks refleksi diri. Hal ini menjadi relevan dalam praktik terapi menulis naratif yang dikembangkannya.

Menulis naratif sendiri adalah pertolongan pertama secara psikologis yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat mengalami problematika yang membutuhkan pengelolaan emosi. Terapi menulis naratif bisa dilakukan saat individu sangat emosional dan tidak dapat mengatasi serta mengelola emosi tersebut dengan baik.

“Dalam hal ini, evaluasi dan kritik yang berlebihan terhadap diri yang memiliki konsekuensi meningkatkan emosi negatif terhadap diri, tidak terjadi disebabkan munculnya jarak psikologis yang memungkinkan individu untuk tidak egosentrik,” tutupnya.

Intan sendiri selain berhasil meraih gelar akademik level puncak, juga lebih awal dikenal sebagai penulis fiksi dan pegiat literasi. Perempuan berkacamata kelahiran Jakarta, 12 April 1972 ini tercatat pernah aktif sebagai Ketua Umum Forum Lingkar Pena, (FLP) Pusat, periode 2009-2013.  Trainer di BP School of Wrting  Balai Pustaka sampai menjadi General Manajer Balai Pustaka (2007-2015).  Kini, selain menjadi Dosen Tetap Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Kranggan (2014-sekarang), juga sebagai Direktur PT. Hibermas Consulting. []

Berikut foto-foto acaranya:

Bersama Promotor Dr. Bagus Takwin, M.Hum.

Bersama teman-teman  Forum Lingkar Pena

Bersama Tim Penguji

Bersama rekan-rekan dosen dan sejawat

Bersama Keluarga Besar

(Yons Achmad/AKSESNEWS.COM).

No Comments

Leave a Reply