Search and Hit Enter

Kang Abik Berbagi Rahasia Menulis

Oleh: Chairil Anwar  08 Sep 2019 – 22:52 di lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Habiburrahman El Shirazy, penulis novel Indonesia, berbagi kiat menulis novel kepada para penggiat literasi di Lampung saat menggelar diskusi sekaligus peluncuran novel terbarunya berjudul Kembara Rindu, di kantor Lampung Post, Minggu, 8 September 2019.

Rangkaian acara yang didukung oleh Pemprov Lampung, Pekab Lampung Barat, Itera, Lampung Post, Republika, Aksara, Forum Lingkar Pena, dan instansi terkait itu dihadiri puluhan mahasiswa dari Itera, Universitas Lampung, IAIN Raden Intan, dan beberapa sekolah di Lampung. 

Kesempatan itu pun dimanfaatkan para mahasiswa penggiat literasi untuk menggali kiat-kiat menulis dari penulis novel yang kemudian diangkat ke layar lebar, Ayat-Ayat Cinta, itu.

Bagi para penulis pemula, Kang Abik sapaan akrab Habiburrahman El Shirazy, menyarankan untuk memakai teori copy master. “Tiru sepersis-persisnya karya penulis besar. Meniru dulu, tapi jangan terus kebablasan menirunya,” kata alumnus Al-Azhar Kairo itu.

Kang Abik melanjutkan jika sudah terbiasa, nanti seorang penulis akan memiliki gayanya tersendiri. “Dulu zaman sekolah, saya suka puisi MH Ainun Najib dan Gus Muh lalu saya kolaborasikan,” ujarnya. 

Untuk merasakan suasana dan rasa sebuah cerita, Kang Abik mengajak para penulis muda ini untuk melakukan eksplorasi langsung. “Mau merasakan paginya Lampung, ya harus ke lokasi. Kalau tidak bisa ke lokasi, saya meminjam pancaindra orang lain yang bertahun-tahun menetap di tempat itu,” kata penulis yang juga seorang dai dan sutradara ini. 

Dalam membuat sebuah novel, lanjut Kang Abik, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan. “Cerita harus punya golden scene, yang membuat pembaca atau penonton akan selalu terbayang adegan tersebut. Lalu, membuat pembaca penasaran dengan bab selanjutnya dan cerita harus memberikan amanah yang masuk akal,” urai penulis berusia 42 tahun tersebut. 

Saat sesi tanya-jawab, Hafit, salah satu penggiat sastra dari Itera, mengeluhkan konsistensinya menulis yang kerap labil lantaran mendapat kritik dari orang lain. 

Merespons itu, Kang Abik mengajak para penulis muda untuk istikamah. “Santai saja. Tetap saja menulis selama itu kebaikan. Tunjukkan tulisan kepada yang mengerti. Yang nyinyir akan terbungkam jika kita berprestasi,” katanya. 

Kepada penulis Lampung, Kang Abik berharap untuk terus mengeksplorasi potensi Lampung ke dalam sebuah karya. “Semoga Kembara Rindu yang mengambil latar di Lampung ini menjadi batu loncatan bagi penulis lokal untuk mengeksplorasi potensi kekayaan Lampung lainnya,” ujarnya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas


No Comments

Leave a Reply