Search and Hit Enter

Andrea Hirata: Kaum Marjinal

Dimuat pertama kali di koran Kompas, 26 April 2019.

Selalu muncul pertanyaan mengapa novel-novel Andrea Hirata selalu bertema sama dan berturut tentang kaum marjinal sejak novel pertamanya, Laskar Pelangi.

            “Aku memang akan menulis dengan gaya yang sama, tema yang sama, dan akan terus begitu sampai kapan pun. Alasannya karena aku berasal dari kaum marjinal, dan sepanjang hidupku, kami selalu berjuang untuk mendapat pendidikan. Aku kurang tertarik dengan tema-tema lain,” katanya, Kamis (25/4/2019).

            Andrea mengaku ingin menulis karya yang punya ‘tenaga’ untuk membuat perubahan secara nyata dalam bentuk perubahan kebijakan otoritas. Ia ingin novelnya mengobarkan semangat mengejar pendidikan, terutama untuk anak-anak tak mampu, mendorong pembangunan ekonomi kaum lemah, bahkan pembukaan lapangan kerja.

            “Setiap orang punya cara sendiri untuk berjuang dan berkontribusi kepada negara, bisa lewat politik, olahraga, dan sebagainya. Caraku adalah melalui tulisan-tulisanku. Menulis tentang perjuangan pendidikan kaum marjinal membuatku merasa berguna dan punya nilai, baik sebagai seorang pengarang maupun sebagai warga negara Republik Indonesia,” ujar Andrea.

            Melalui novel Orang-orang Biasa yang baru terbit pada Maret 2019, Andrea tengah memperjuangkan seorang anak miskin yang sangat cerdas dari kampungnya di Belitong. Ini adalah novel ke-10 yang ditulis Andrea. Apabila tidak ada halangan, novel ini akan diterbitkan juga di Amerika dan Eropa pada awal 2020.(LOK)

No Comments

Leave a Reply