Search and Hit Enter

Oase Penulis: Dari Pajak Buku dan Harga Buku yang Terus Menanjak

Dari: Nasihin Massa

“Jumat lalu saya ke pameran buku Islamic Book Fair di JCC. Pameran buku ini yang terbesar di Indonesia. Awalnya di Istora. Kini bisa di tempat termahal: JCC. Selain nyaman, juga lebih luas.

Namun kali ini saya kaget. Harga-harga buku makin mahal saja. Buku-buku terjemahan kitab-kitab klasik yang berjilid-jilid itu harganya sudah melonjak. Biasanya selalu yang termurah. Ini karena sudah tak ada lagi royalti buat penulisnya. Karena itu kertasnya pun selalu HVS dengan jilidan kain dan hard cover. Akhirnya saya tanya, kenapa sekarang harganya mahal? Seorang dirut penerbitan buku menjawab: “Kami tetap memiliki margin yang tipis.” Jadi bukan karena makin komersial.

Lalu apa?

Pertama, pajak. Kedua, komponen impor dalam dunia buku yang masih dominan. Mesin cetak, kertas, tinta. Sekarang kurs dolar terus tinggi. Karena itu sudah lama dunia buku menuntut keringanan pajak. Tapi belum ada pemerintah yang melakukannya. Uniknya, dunia hiburan sudah dapat surga pajak, termasuk amussement. Negeri ajaib bukan?

Surga buku itu India. Harganya sangat murah. Jika ingin beli buku-buku asing seperti Penguin dan lain-lain, belilah di India. Jadi jika ke India cuma beli kain sari maka peradaban kita masih belum beranjak jauh. Belanja bukulah jika ke India. China juga termasuk murah. Apalagi pemerintahnya menerjemahkan buku-buku klasik dari Barat. Jika ke Tiongkok jangan lupa beli buku literatur klasik yang dalam Bahasa Inggris. Terbitan pemerintah.

Kapan rakyat Indonesia bisa menikmati buku murah?

Hari ini justru saya kaget dengan berita soal pameran buku asing Big Bad Wolf yang sedang berlangsung di Serpong. Harga buku-buku berbahasa Inggris sangat murah. Lalu ada pejabat akan menginvestigasi mengapa bisa semurah itu. Dia akan meneliti pajak dan prosedurnya. Oalah… pernyataan yang tak tepat. Mestinya bersyukur ada pengusaha yang bisa jual buku murah. Saya kebetulan kenal dengan importernya. Perempuan yang hebat. Dia jelaskan bahwa dirinya telah melalui prosedur yang benar. Pajak pun dibayar.

Mari kita dukung buku murah. Hapus pajak untuk buku. Turunkan pajak royalti untuk buku.

Ingat, Pembukaan UUD 1945 secara jelas menulis tujuan dibentuknya NKRI ini adalah untuk “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.

Salam.

Satupena.Id/NasM

No Comments

Leave a Reply