Search and Hit Enter

Islamic Book Fair 2019 Bangun Peradaban dengan Berliterasi

            Perhimpunan Penulis Indonesia SATUPENA mengikuti kegiatan Islamic Book Fair yang kembali digelar tahun 2019. Pameran ini merupakan pameran buku dan produk Muslim terbesar di Asia. Digelar dari tanggal 27 Februari – 3 Maret 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan.

                Acara diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan mengambil tema “Literasi Islam untuk Kejayaan Bangsa”. Hikmat Kurnia, ketua IKAPI DKI Jakarta dalam pameran tersebut menekankan bagaimana mengubah pola pikir melalui literasi. Sebagaimana diajarkan oleh para pendiri bangsa, yang mampu keluar dari pola pikir sempit dengan jalan “berliterasi”.

                “Haji Samanhudi, Tjokroaminoto, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari, Soekarno, Hatta, Syahrir, Hamka, dan H. Agus Salim, adalah beberapa contoh dari pribadi-pribadi hebat, yang berani memperjuangkan memperjuangkan nasib bangsanya,” tulis Hikmat Kurnia dalam sambutannya.

                Para tokoh tersebut sangat bersungguh-sungguh terutama dalam menempa diri dengan literasi-literasi yang unggul, meski jalannya berliku dan tidak mudah. Dari diasingkan, dibuang, dan dipenjara. Namun dalam kondisi seperti itu masih dekat dengan buku untuk kemajuan bangsa.

                Termasuk di dalam peradaban Islam pun, banyak melahirkan intelektual Muslim yang kuat dalam hal berliterasi. Misal saat Kekhalifahan Abbasiyah, kekhalifahan yang mampu membangun peradaban hingga puncak. Tokoh-tokoh yang dikenal seperti seperti Ibnu Rusyd, Al-Ghazali, Al-Khawarizmi, dan lainnya telah membuat penemuan-penemuan besar yang mengubah sejarah.

                “Perlu dicatat bahwa dasar ilmu pengetahuan adalah literasi. Tanpa kemampuan literasi yang baik, tak ada ilmu pengetahuan,” Hikmat menekankan. Sebab itu, jika Indonesia ingin maju, suka tidak suka harus memperkuat kemampuan literasi.

               Bahkan literasi dalam dunia Islam sendiri sangat banyak, kaya, dan luas isinya. Islamic Book Fair sebagai sarana masyarakat Muslim mengakses Alquran dan buku bacaan Islami dengan harga yang terjangkau. Pameran diikuti oleh beragam penerbit. Juga beraneka bazar makanan, minumam, pakaian, asesoris, dan lain-lain.

                Diiisi pula oleh beragam kegiatan dari talkshow, bedah buku, lomba-lomba, pelatihan menghafal Alquran, peluncuran komik, dan tausyiah. Menghadirkan pula berbagai penulis dan publik figur, seperti Mamah Dedeh, Abidah el-Khalieqy, Dini Fitria, Asrti Ivo, Dude Harlino, Fahd Pahdepie, Habiburrahman el-Shirazy, Ust. Bahtiar Nasir, Ust. Abdur Somad, dan lain-lain.


                Sejak diselenggarakan pertama kali tahun 2012 di Asia dan telah diadakan ke-18 kalinya, hampir setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan pengunjung. Terakhir pada tahun 2018, dengan jumlah stand sebanyak 274 dihadiri oleh sekitar 202.500 pengunjung. Pameran ini juga menjalin kerja sama dengan berbagai institusi khususnya pendidikan, seperti Pondok Pesantren, Sekolah Islam Terpadu, Ormas Islam, lembaga dakwah, dan sebagainya.

                Acara ini juga mengadakan penganugerahan Islamic Book Award 2019 kepada berbagai penulis. Tim juri yang terdiri dari para pakar telah menyeleksi lebih dari 350 judul buku yang akan dianuegerahi penghargaan. Di mana kategorinya terdiri dari: fiksi anak, fiksi dewasa, nonfiksi anak, nonfiksi dewasa, terjemahan, ilustrasi terbaik, desain sampul terbaik, tata letak terbaik, dan tahun ini ditambah satu penghargaan bagi buku-buku legendaris (lifetime achievement).

                Anggota SATUPENA A. Fuadi berhasil menjadi pemenang kategori fiksi dewasa terbaik untuk novelnya Anak Rantau. “Saya hobi banget baca buku Ahmad Fuadi. Saya salut banget, kenapa? Karena dia anak Gontor

[pesantren]

,” kata Muhammad Diba Rifai dari Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami, Bogor.

                Rifai dan kawannya yang berkunjung ke stand SATUPENA mengaku sangat gemar membaca karya-karya penulis yang bernafaskan Islam dari karya A. Fuadi, Asma Nadia, Habiburrahman el-Shirazy, dan lain-lain. Disela membaca kitab, mereka rata-rata menghabikan satu judul buku dalam waktu seminggu, (tergantung ketebalan).

                Di area stand SATUPENA yang berada di blok K5 menampilkan beragam buku dari penulis-penulis anggota SATUPENA. Juga mensosialisasikan SATUPENA kepada para pengunjung Islamic Book Fair 2019, sebagai organisasi yang meyatukan penlis dari semua genre di seluruh Indonesia.[]Isma S.

Satupena.id/

No Comments

Leave a Reply