Search and Hit Enter

Dulu Penerbit Bhratara Banyak Menghasilkan Buku Berkualitas

Zaman terus berubah. Kini era manual ditinggalkan. Era digital merambah ke segala lapisan masyarakat. Era informasi pun berganti drastis dari cetak ke online. Dulu orang cuma bisa membaca koran cetak. Tetapi sekarang, meskipun sebagian masih dicetak, bentuk koran sudah dikonversi ke versi digital. Para pembaca, terutama generasi muda, cukup membaca informasi lewat telepon pintar kapan pun dan di mana pun.

Versi cetak memang sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Segala lapisan masyarakat cukup mencari informasi yang diperlukan lewat mesin pencari di internet. Memang di kalangan ilmuwan informasi online kurang bernilai. Yang lebih berbobot tentu saja informasi lewat bahan-bahan tercetak, seperti buku dan jurnal.

Dua-tiga tahun belakangan ini kemajuan teknologi digital berdampak pada media cetak. Sudah belasan media cetak tutup dan sebagian lagi berada dalam keadaan sekarat. Hanya media-media bermodal besar masih bertahan hidup. Itu pun banyak yang beralih sebagian ke versi digital.

Buku pun tampaknya begitu. Sepengetahuan saya sudah ada beberapa penerbit buku gulung tikar. Selain terdesak teknologi digital, penerbit buku kecil kalah bersaing dengan penerbit buku besar. Begitu pula penerbit-penerbit lama. Kini namanya tidak terdengar lagi apakah masih berproduksi atau tidak.

No Comments

Leave a Reply